Termohon Mangkir, Sidang Informasi Bantuan Ternak Ditunda

Sidang ajudikasi dengan nomor register sengketa 010/KINTB/PSI-REG/V/2019 antara pemohon Hamzanwadi terhadap termohon kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi NTB ditunda majelis sidang Komisi Informasi (KI) NTB. 

Seyogyanya digelar pada Jum’at (14/06/19) tersebut namun termohon mangkir dengan alasan tengah menghadiri tugas dinas. Melalui surat tanggal 13 Juni 2019. Termohon mengajukan permohonan agar sidang bisa dijadwalkan ulang. 

‘’Sidang kami tunda dan akan dilanjutkan setelah ada pemberitahuan dari panitera,’’ kata Lalu Ahmad Busyairi selaku ketua majelis sidang, Jum’at (14/06/19) di ruang sidang KI NTB.

Sebelumnya, pemohon mengajukan keberatan melalui surat tanggal 21 maret 2019 kepada kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi NTB. Kemudian mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik melalui surat tanggal 14 Mei 2019 kepada KI NTB dan terdaftar di kepaniteraan KI NTB pada tanggal 16 Mei 2019.

Adapun permohonan informasi yang diajukan melalui surat tanggal 6 Maret 2019 adalah, pihak pemohon meminta beberapa informasi kepada kepala dinas pertanian dan kesehatan provinsi NTB, terkait  DPA APBD murni maupun perubahan provinsi NTB tahun anggaran 2018, untuk pengadaan ternak sapi maupun ternak kambing untuk seluruh kabupaten se-provinsi NTB. 

Pemohon juga meminta informasi nama- nama kelompok ternak yang mendapatkan bantuan ternak sapi dan kambing, baik yang sumber dananya dari APBN maupun APBD provinsi NTB tahun 2018 se kabupaten Lombok tengah. Tidak hanya itu, pemohon juga meminta nama rekanan atau perusahaan pemenang tender dan PL yang mengerjakan pengadaan bantuan ternak sapi dan kambing tahun 2018, baik yang sumber dananya dari APBN maupun APBD Provinsi NTB bersama dengan kontrak kerjanya dan nama- nama kelompok kerja sasarannya.

Bertindak sebagai ketua majelis sidang Lalu Ahmad Busyairi didampingi Ajeng Roslinda Motimori dan M Zaini sebagai anggota, serta Nina Susi Herdiyanti selaku panitera pengganti. (luk-tim media).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru