Razia Gabungan di KSB

Sumbawa Barat. Diskominfo - Kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan masih terbilang rendah, hal ini terbukti dari banyaknya kendaraan roda dua yang terjaring dan ditilang oleh polisi karena belum membayar pajak kendaraannya. Oleh sebab itu Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) yang dulunya bernama DISPENDA ini, melalui Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar Operasi Gabungan (OPGAB) yang rutin dilakukan setiap bulannya.

 

"Raziaini rutin kami lakukan disetiap bulannya yakni 12 kali, sepuluh kali khusus kendaraan dalam daerah dan dua kali khusus razia kendaraan luar daerah. Pajak di sini juga tunggakannya lebih besar. Pada 2017 lalu pembayaran pajak belum mencapai target." Ucap Husni, SE, MM, selaku Kepala Unit Pelayanan Pajak Daerah pada Unit Pelayanan Teknis Badan (UPTB) atau  Sumbawa Barat yang ikut dalam OPGAB tersebut, Selasa (3/7). 

 

Darihasil razia yang dilakukan, lanjut Husni, diketahui dalam sebulan banyak kendaraan bermotor yang ketangkap mati pajak. Tidak saja kendaraan roda dua, razia ini juga dilakukan untuk kendaraan roda empat. "masih banyak para pemilik kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang masih menunggak pajak bahkan tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM)," tuturnya. 

Selanjutnyausni mengatakan, bahwa pihaknya juga sering mengikuti kegiatan razia yang dilakukan oleh Kepolisian seperti Operasi Zebra dan Operasi Ketupat, hal itu dilakukan untuk mengejar target pajak dari pembayaran pajak kendaraan bermotor. Razia ini melibatkan BPPD, Kepolisian dan Dinas Perhubungan. Pada OPGAB ini kendaraan yang belum membayar pajak terpaksa langsung membayar pajak di tempat. 

 

Disampaikanusni, target dari pembayaran pajak tersebut pada tahun ini adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) adalah Rp19 milyar, sedangkan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) mencapai Rp11 milyar. "Saat ini kita baru bisa merealisasikan sebanyak Rp7 milyar untuk PKB dan BBN KB sudah hampir mencapai Rp6 milyar." Ungkapnya. 

 

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Sumbawa Barat khususnya, agar segera membayar pajak kendaraannya sehingga tenang dalam melakukan perjalanan, karena pajak itu nantinya akan kembali ke masyarakat, untuk kebutuhan pembangunan daerah, sarana dan prasarana jalan dan lain-lain. OPGAB ini juga telah disosialisasikan sejak tahun 2009 dan telah diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 9 tahun 2009 tentang Operasi Gabungan.

 

Ia berharap, semoga target itu bisa dicapai pada akhir tahun nanti, karena kendaraan yang dimiliki PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT) seperti alat berat dan kendaraan operasional lainnya juga belum membayar pajak kendaraannya, kendaraan-kendaraan tersebut akan dibayarkan pajaknya di akhir tahun nanti. 

 

Sementaraitu, seorang pengendara sepeda motor yang berasal dari Desa Meraran, Jowis, mengaku dirinya lupa membawa surat-surat kelengkapan kendaraannya, sehingga dirinya terpaksa memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. "STNK dan SIM saya lengkap tetapi saya lupa membawanya, karena tadi terburu-buru, saya tidak tau akan ada razia pada hari ini, helm juga saya gak bawa." Tuturnya.

 

Diwaktuersamaan, Nurhasana, salah satu pengendara sepeda motor merasa setuju dengan adanya razia ini. "saya sih setuju-setuju saja dengan adanya razia seperti ini, karena untuk menertibkan orang-orang yang tidak mengikuti aturan seperti tidak memakai helm dan tidak membayar pajak." Tuturnya. Diskominfo Sumbawa Barat/Feryal/tifa.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru