Kadisbudpar Akui Ada Kesalahan Kontrak

Kisruh Anggaran TMD

Dompu, KM Bali 1-Kisruh seputar pengelolaan anggaran TMD dengan nilai sedikitnya 4 Milliar rupiah kini menjadi topic utama beberapa media massa local beberapa waktu belakangan ini. Setelah ramai dipersoalkan terkait pengelolan anggaran Penari TMD kini giliran Item lain yang tidak kalah besar nilainya yakni seputar pengelolan anggran Konsumsi dalam acara Persiapan serta puncak TMD.

Persoalan tersebut mencuat ketika salah satu perusahaan Katering yang mendapatkan kontrak kerja sama dalam pengelolaan anggaran Konsumsi itu disinyalir merupakan perusahaan Fiktif yakni Katering Adelia. Dugaan tersebut mencul dengan alasan bahwa Katering Adelia diduga tidak memiliki alamat lokasi untuk beroperasi. Perusahaan catering ini pula diduga baru dibuat untuk memenuhi persyaratan agar mendapatkan Kontrak Kerjasama pengelolaan Konsumsi dalam even TMD.

Sementara itu Sri Suzanna Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Dompu ketika dikonfirmasi Kamis (25/6) lalu  mengakui diberikannya kontrak penanganan konsumsi TMD kepada pemilik perusahaan Katering Adelia yang diketahui bernama Fi’a karena adanya hubungan komunikasi baik yang sudah terbangun sejak awal antara keduanya. Disamping itu Kadis Budpar ini juga mengakui adanya lobi yang intens dilakukan pemilik Katering Adelia kepada dirinya sehingga pihak Disbudpar sebagai KPA TMD memutuskan untuk melakukan kontrak dengan Perusahaan Adelia Tersebut.“kita tidak mungkin mendatangi orang perorang, dia (Fi’a) yang intens komunikasi, yang lobi berkali-kali dengan kita hingga terbangun hubungan. Kami lalu putuskan untuk melakukan kontrak dengan adelia”, ungkap Sri Suzanna.

Nilai kontrak yang dilakukan antara Disbudpar dan Katering adelia menurut Sri Suzanna hanya berkisar dibawah 50 Juta Rupiah. Namun dirinya membenarkan bahwa Katering Adelia juga melakukan kontrak Kerjasama dengan PKK untuk mengelola konsumsi pada acara persiapan TMD sehingga diduga nilai total kontrak kerjasama yang diperoleh Adelia adalah sebesar Rp.196.000.000,-

Lebih mengagetkan lagi Sri Suzanna secara terang-terangan mengakui adanya kesalahan yang tejadi dalam pelaksanaan isi kontrak kerjasama oleh  Adelia Tersebut.”Awalnya, kami melakukan kontrak dengan PKK untuk menangani konsumsi untuk tamu undangan VIP, memang ada kesalahan dalam hal itu. Kami tidak tahu pihak PKK melakukan kontrak dengan pihak mana untuk menangani hal itu. Ternyata belakangan diketahui PKK melakukan Kontrak dengan Perusahaan Katering Adelia juga. Kalau belanja makan minum, sudah oke. Tapi persoalannya anggaran tersebut juga digunakan untuk membiayai kegiatan –kegiatan lain seperti Terabas”, Jelas Kadis Budpar Dompu.[KMD] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru