Dua Pejabat Bappeda Dompu Disidik Jaksa

Dompu - Menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap dugaan korupsi dalam proyek bedah rumah kumuh Desa Kwangko Kecamatan Manggelewa tahun anggaran 2013, dimana proyek tersebut dibawah tanggung jawab kantor Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Penyidik Kejari Dompu sudah memeriksa beberapa pihak diantaranya Kepala Desa Kwangko, masyarakat penerima manfaat, pihak UD, UPK, TPM, dan dua pejabat Bappeda Dompu, masing-masing Yani Hartono dan Miftaul Su'adah.

Pemeriksaan terhadap mereka sudah berjalan sekitar dua minggu sejak dikeluarkannya surat perintah penyelidikan per tanggal 6 Mei lalu. Berdasarkan hasil penyelidikan, bahwa dalam proyek tersebut, terindikasi ada kerugian negara yang cukup signifikan. Namun kerugian itu belum bisa dipastikan nominalnya secara riil karena harus dihitung secara teliti. Akan tetapi, dari besarnya anggaran untuk 61 KK dengan realisasi proyek, terdapat selisih. Tutur Kasi Pidana Khusus Kejari Joko Suryanto, SH., diruang kerjanya belum lama ini.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan dengan ditemukannya dugaan kerugian negara, kemudian kasus tersebut sudah dinaikkan ke penyidikkan, dan dalam hal ini, kami sudah menetapkan satu orang tersangka yakni ketua UPK Desa Kwangko, inisial R. Selain R, kemungkinan akan ada tersangka baru, karena tidak mungkin tersangka berbuat sendiri. Saat ini tengah dilakukan pendalaman untuk menemukan benang merahnya.

Selain para terperiksa diatas, Kepala  Bappeda yang menjabat pada tahun 2013 akan diperiksa. Pemeriksaan terus dilakukan terhadap semua pihak yang bertanggung jawab atas anggaran negara tersebut, tidak terkecuali Kepala Bappeda. Saat ini kami sedang bekerja secara intens, pinta Joko. []- 05

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru