Blokir Jalan, Tuntut Supermasi Hukum

Ratusan warga desa Sie dan desa Tangga memadati jalan raya antara desa Sie dan Tangga, para warga ini sejak siang pukul 13.15 wita memblokade jalan lintas Tente Parado akibatnya akses jalan lumpuh total. Blokir jalan ini berlangsung hanya beberapa jam saja namun sempat membuat antrian kendaraan mencapai 3 Km pasalnya tidak satupun akses yang dapat dilalui oleh kendaraan karena gang-gang pun ditutup termasuk untuk kendaraan roda dua.

hal ini barhasil mendapatkan tanggapan pihak kepolisan bahkan Kapolres Bima langsung turun ke lokasi menemui para demonstran untuk melakukan dialog. Dari serangkaian dialogh tersebut diperoleh keterangan bahwa para warga ini terutama pihak keluarga korban menuntut agar pelaku penganiayaan yang diduga dilakukan oleh warga desa Sakuru Monta segera diringkus. Awal kejadiannya adalah pada malam menjelang idul Fitri kemarin one (nama panggilan) adalah pemuda 18 tahun warga desa Tangga yang bermukim di desa Sie mengendarai sepedah motor dari arah tente sepulang dari keperluannya menjemput kiriman keluarga di Jakarta.

Di tengah jalan tepatnya diujung selatan desa sakuru ditemukan terkapar dengan luka di sekujur tubuh dan wajahnya. Yang oleh keluarga korban meyakini bahwa luka parah 80 persen wajahnya itu bukan karena kecelakan melainkan dianiaya. Namun dugaan sementara pihak penyidik masih dianggap keselakaan tunggal. Namun sehari setelah kejadian itu sejumlah saksi menjelaskan bahwa one adalah korban penganiayaan dan diperoleh keterangan ada dua nama yang disebutkan sebagai pelaku.

Keluarga korban pun mengajukan keterangan ini pada pihak penyidik namun terkesan tidak ditanggapi serius sehingga dua hari pasca kejadian tersebut keluarga korban melakukan pemblokiran tersebut, dan menghasilkan kesepakatan bahwa pihak kepolisan akan segera menindaklanjuti kasus ini hingga tuntas.

Ruslan kakak korban menegaskan bahwa jika pihak kepolisan tidak juga segera melakukan penangkapan terhadap dua tersangka yang telah diajukan tersebut maka seluruh warga akan diarahkan untuk melumpuhkan jalan raya hingga berhari-hari.

Kondisi terakhir korban masih belum dapat berkomunikasi karena luka yang dideritanya.[leo] -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru