logoblog

Cari

Sengketa Ketenagakerjaan Di PT Lancar Sejati

Sengketa Ketenagakerjaan Di PT Lancar Sejati

Tiga Kali Dialog Tak Hasilkan Kesepakatan KM Bali 1, Dompu-Demi menyelesaikan sengketa anatara para karyawan dengan pihak Perusahaan PT. Lancar Sejati,

Hukum

KM. Bali 1
Oleh KM. Bali 1
18 Juli, 2019 18:36:42
Hukum
Komentar: 0
Dibaca: 374 Kali

Tiga Kali Dialog Tak Hasilkan Kesepakatan

KM Bali 1, Dompu-Demi menyelesaikan sengketa anatara para karyawan dengan pihak Perusahaan PT. Lancar Sejati, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dompu Jum’at, (21/6) lalu mempertemukan antara pihak terkait dalam sebuah dialog guna mencari solusi atas sejumlah tuntutan para Pekerja.

Dialog yang berlangsung cukup alot beberapa waktu lalu itu menghasilkan kesepakatan bahwa pihak perusahaan melalui kuasa hukumnya Muhammad Nukman, SH bersedia mendengarkan tuntutan para Karyawan dan bersedia melakukan dialog kembali dengan para Karyawan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 2 tahun 2004 tentang penyelesaian hubungan industrial.

Dalam dialog yang digelar pada Jum’at itu para pekerja meminta agar pihak perusahan memberikan legalitas sebagai karyawan tetap bagi pekerja yang sudah puluhan tahun bekerja untuk perusahaan tersebut.

Selain itu, melalui perwakilannya Edi Kurniawan, para pekerja meminta pihak perusahaan memenuhi sejumlah hak para karyawan sesuai yang diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku seperti; memberikan upah layak sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) atau Upah Minimum Regional (UMR), memberikan jaminan kesehatan dan jaminan kesehatan kerja, memberikan tunjangan hari tua, tunjangan kematian, tunjangan hari raya, serta memberikan hak cuti kepada karyawan. “kami minta berikan legalitas tetasp kepada semua karyawan dan pastikan kapan waktunya”, tegas Edi Kurniawan.

Namun sayangnya, setelah digelar Perundingan yang kedua pada Kamis, (27/6) lalu seperti yang telah dijadwalkan pada pertemuan pertama, Pihak perusahaan PT Lancar Sejati yang diwakili Kuasa Hukumnya Muhammad Nukman, SH mengaku masih menyusun draf perjanjian kerja untuk para karyawan. Namun pihaknya bersedia mempertimbangkan pengangkatan para pekerja yang diketahui berjumlah 285 orang itu sebagai karyawan tetap perusahaan. Dalam tanggapannya, Nukman menjanjikan akan menyediakan draf perjanjian kerja tersebut pada pertemuan selanjutnya yang kemudian di gelar pada Kamis, (4/7) baru-baru ini.

“Rencana kita hari kamis depan mempersiapkan draf perjanjian kerja yang berkaitan dengan karyawan tetap, sudah barang tentu dalam perjanjian kerja itu akan di atur lagi tata tertibnya, jam kerjanya, upah dan segalah macamnya". Katanya saat di wawancarai Wartawan pada Kamis (27/6), lalu.

Pada pertemuan ketiga antara pihak Pekerja yang diwakili oleh Edi Kurniawan, Kuasa Hukum pihak Perusahaan Muhammad Nukman, SH dan sebagai mediator yakni pihak Pemerintah daerah dalam hal ini Kabid Hubungan Industrial Disnakertrans Suradin Kamis pagi, (4/7) di Aula Sekretariat Disnakertrans itu, Edi Kurniawan  mengaku kecewa karena pihak perusahaan belum mengeluarkan SK perjanjian kerja atau SK pengangkatan bagi para karyawan. Menurutnya pada dialog yang ketiga tersebut pihak perusahaan harusnya sudah menyelesaikan SK pengangkatan yang diminta oleh para karyawan.

"Hari ini sebenarnya pihak perusahaan memberikan SK pengangkatan kepada setiap karyawan". Kata Edi. Namun pihak perusahaan melalui kuasa hukumnya hanya memberikan draf berupa peraturan perusahaan untuk dibahas lebih lanjut.

Pantauan langsung media ini di lokasi Dialog, karena merasa kecewa, Ratusan karyawan PT. Lancar Sejati yang hadir dalam Dialog ketiga itu bergerak menuju Kantor Perusahaan PT. Lancar Sejati yang berlokasi di Jalan lintas Terminal Ginte Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Dompu.

Di tempat tersebut, ratusan karyawan yang kecewa dengan hasil perundingan itu kemudian menyegel gerbang masuk ke perusahaan. “untuk sementara, kami segel sampai kami mendengar secara langsung pernyataan dari pimpinan perusahaan”, Tegas Edi Kurniawan.

Setelah melakukan penyegelan, para pekerja kemudian secara tertib membubarkan diri tepat pada pukul 11.04 wita pagi.[Alon]

KM Bali 1, Dompu-Demi menyelesaikan sengketa anatara para karyawan dengan pihak Perusahaan PT. Lancar Sejati, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dompu Jum’at, (21/6) lalu mempertemukan antara pihak terkait dalam sebuah dialog guna mencari solusi atas sejumlah tuntutan para Pekerja.

Dialog yang berlangsung cukup alot beberapa waktu lalu itu menghasilkan kesepakatan bahwa pihak perusahaan melalui kuasa hukumnya Muhammad Nukman, SH bersedia mendengarkan tuntutan para Karyawan dan bersedia melakukan dialog kembali dengan para Karyawan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 2 tahun 2004 tentang penyelesaian hubungan industrial.

Dalam dialog yang digelar pada Jum’at itu para pekerja meminta agar pihak perusahan memberikan legalitas sebagai karyawan tetap bagi pekerja yang sudah puluhan tahun bekerja untuk perusahaan tersebut.

Selain itu, melalui perwakilannya Edi Kurniawan, para pekerja meminta pihak perusahaan memenuhi sejumlah hak para karyawan sesuai yang diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku seperti; memberikan upah layak sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) atau Upah Minimum Regional (UMR), memberikan jaminan kesehatan dan jaminan kesehatan kerja, memberikan tunjangan hari tua, tunjangan kematian, tunjangan hari raya, serta memberikan hak cuti kepada karyawan. “kami minta berikan legalitas tetasp kepada semua karyawan dan pastikan kapan waktunya”, tegas Edi Kurniawan.

Namun sayangnya, setelah digelar Perundingan yang kedua pada Kamis, (27/6) lalu seperti yang telah dijadwalkan pada pertemuan pertama, Pihak perusahaan PT Lancar Sejati yang diwakili Kuasa Hukumnya Muhammad Nukman, SH mengaku masih menyusun draf perjanjian kerja untuk para karyawan. Namun pihaknya bersedia mempertimbangkan pengangkatan para pekerja yang diketahui berjumlah 285 orang itu sebagai karyawan tetap perusahaan. Dalam tanggapannya, Nukman menjanjikan akan menyediakan draf perjanjian kerja tersebut pada pertemuan selanjutnya yang kemudian di gelar pada Kamis, (4/7) baru-baru ini.

“Rencana kita hari kamis depan mempersiapkan draf perjanjian kerja yang berkaitan dengan karyawan tetap, sudah barang tentu dalam perjanjian kerja itu akan di atur lagi tata tertibnya, jam kerjanya, upah dan segalah macamnya". Katanya saat di wawancarai Wartawan pada Kamis (27/6), lalu.

Pada pertemuan ketiga antara pihak Pekerja yang diwakili oleh Edi Kurniawan, Kuasa Hukum pihak Perusahaan Muhammad Nukman, SH dan sebagai mediator yakni pihak Pemerintah daerah dalam hal ini Kabid Hubungan Industrial Disnakertrans Suradin Kamis pagi, (4/7) di Aula Sekretariat Disnakertrans itu, Edi Kurniawan  mengaku kecewa karena pihak perusahaan belum mengeluarkan SK perjanjian kerja atau SK pengangkatan bagi para karyawan. Menurutnya pada dialog yang ketiga tersebut pihak perusahaan harusnya sudah menyelesaikan SK pengangkatan yang diminta oleh para karyawan.

 

Baca Juga :


"Hari ini sebenarnya pihak perusahaan memberikan SK pengangkatan kepada setiap karyawan". Kata Edi. Namun pihak perusahaan melalui kuasa hukumnya hanya memberikan draf berupa peraturan perusahaan untuk dibahas lebih lanjut.

Pantauan langsung media ini di lokasi Dialog, karena merasa kecewa, Ratusan karyawan PT. Lancar Sejati yang hadir dalam Dialog ketiga itu bergerak menuju Kantor Perusahaan PT. Lancar Sejati yang berlokasi di Jalan lintas Terminal Ginte Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Dompu.

Di tempat tersebut, ratusan karyawan yang kecewa dengan hasil perundingan itu kemudian menyegel gerbang masuk ke perusahaan. “untuk sementara, kami segel sampai kami mendengar secara langsung pernyataan dari pimpinan perusahaan”, Tegas Edi Kurniawan.

Setelah melakukan penyegelan, para pekerja kemudian secara tertib membubarkan diri tepat pada pukul 11.04 wita pagi.[Alon]

KM Bali 1, Dompu-Demi menyelesaikan sengketa anatara para karyawan dengan pihak Perusahaan PT. Lancar Sejati, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dompu Jum’at, (21/6) lalu mempertemukan antara pihak terkait dalam sebuah dialog guna mencari solusi atas sejumlah tuntutan para Pekerja.

Dialog yang berlangsung cukup alot beberapa waktu lalu itu menghasilkan kesepakatan bahwa pihak perusahaan melalui kuasa hukumnya Muhammad Nukman, SH bersedia mendengarkan tuntutan para Karyawan dan bersedia melakukan dialog kembali dengan para Karyawan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 2 tahun 2004 tentang penyelesaian hubungan industrial.

Dalam dialog yang digelar pada Jum’at itu para pekerja meminta agar pihak perusahan memberikan legalitas sebagai karyawan tetap bagi pekerja yang sudah puluhan tahun bekerja untuk perusahaan tersebut.

Selain itu, melalui perwakilannya Edi Kurniawan, para pekerja meminta pihak perusahaan memenuhi sejumlah hak para karyawan sesuai yang diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku seperti; memberikan upah layak sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) atau Upah Minimum Regional (UMR), memberikan jaminan kesehatan dan jaminan kesehatan kerja, memberikan tunjangan hari tua, tunjangan kematian, tunjangan hari raya, serta memberikan hak cuti kepada karyawan. “kami minta berikan legalitas tetasp kepada semua karyawan dan pastikan kapan waktunya”, tegas Edi Kurniawan.

Namun sayangnya, setelah digelar Perundingan yang kedua pada Kamis, (27/6) lalu seperti yang telah dijadwalkan pada pertemuan pertama, Pihak perusahaan PT Lancar Sejati yang diwakili Kuasa Hukumnya Muhammad Nukman, SH mengaku masih menyusun draf perjanjian kerja untuk para karyawan. Namun pihaknya bersedia mempertimbangkan pengangkatan para pekerja yang diketahui berjumlah 285 orang itu sebagai karyawan tetap perusahaan. Dalam tanggapannya, Nukman menjanjikan akan menyediakan draf perjanjian kerja tersebut pada pertemuan selanjutnya yang kemudian di gelar pada Kamis, (4/7) baru-baru ini.

“Rencana kita hari kamis depan mempersiapkan draf perjanjian kerja yang berkaitan dengan karyawan tetap, sudah barang tentu dalam perjanjian kerja itu akan di atur lagi tata tertibnya, jam kerjanya, upah dan segalah macamnya". Katanya saat di wawancarai Wartawan pada Kamis (27/6), lalu.

Pada pertemuan ketiga antara pihak Pekerja yang diwakili oleh Edi Kurniawan, Kuasa Hukum pihak Perusahaan Muhammad Nukman, SH dan sebagai mediator yakni pihak Pemerintah daerah dalam hal ini Kabid Hubungan Industrial Disnakertrans Suradin Kamis pagi, (4/7) di Aula Sekretariat Disnakertrans itu, Edi Kurniawan mengaku kecewa karena pihak perusahaan belum mengeluarkan SK perjanjian kerja atau SK pengangkatan bagi para karyawan. Menurutnya pada dialog yang ketiga tersebut pihak perusahaan harusnya sudah menyelesaikan SK pengangkatan yang diminta oleh para karyawan.

"Hari ini sebenarnya pihak perusahaan memberikan SK pengangkatan kepada setiap karyawan". Kata Edi. Namun pihak perusahaan melalui kuasa hukumnya hanya memberikan draf berupa peraturan perusahaan untuk dibahas lebih lanjut.

Pantauan langsung media ini di lokasi Dialog, karena merasa kecewa, Ratusan karyawan PT. Lancar Sejati yang hadir dalam Dialog ketiga itu bergerak menuju Kantor Perusahaan PT. Lancar Sejati yang berlokasi di Jalan lintas Terminal Ginte Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Dompu.

Di tempat tersebut, ratusan karyawan yang kecewa dengan hasil perundingan itu kemudian menyegel gerbang masuk ke perusahaan. “untuk sementara, kami segel sampai kami mendengar secara langsung pernyataan dari pimpinan perusahaan”, Tegas Edi Kurniawan.

Setelah melakukan penyegelan, para pekerja kemudian secara tertib membubarkan diri tepat pada pukul 11.04 wita pagi.[KM Bali 1]



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan