logoblog

Cari

Fiqih Jalan Raya

Fiqih Jalan Raya

Prilaku yang baik dalam berlalu lintas di jalan raya adalah ketika seorang pengguna kendaraan atau pengguna jalan raya mematuhi Undang-undang dan

Hukum

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
12 Maret, 2019 23:04:12
Hukum
Komentar: 0
Dibaca: 5712 Kali

Prilaku yang baik dalam berlalu lintas di jalan raya adalah ketika seorang pengguna kendaraan atau pengguna jalan raya mematuhi Undang-undang dan peraturan-peraturan lalu lintas serta norma-norma sopan santun antara sesama pemakai jalan. Namun dalam kenyataannnya, seringnya kita  jumpai prilaku pengendara yang sama sekali tidak mengindahkan ketertiban berlalu lintas sehingga berujung pada sebuah kecelakaan.

Amin Utarso selaku Direktur Lalu Lintas NTB, “ Kecelakaan lalu lintas dapat disebabkan karena adanya gangguan di jalan raya. Misalnya seorang pengendara menggunakan hape, menerobos lampu merah, gas full bagi kalangan anak muda, dan juga jika seorang perempuan berjilbab yang sedang dibonceng, yang mana terkadang bagian bawah dari baju muslimnya terkena pada gir sepeda motor. Selain itu, kegiatan nyongkolan juga dapat menyebabkan terjadinya  kematian,” ungkapnya di saat memberikan materi tentang tertib berlalu lintas pada acara Tolk Show yang digelar di Aula UNU NTB dengan tema ‘Fiqih Jalan Raya’. 12 Maret 2019.

Amin lanjut bicara, berdasarkan fakta yang ada bahwa di NTB terdapat 2.745 jumlah kejadian atau kecelakaan lalu lintas. Dari data laka tahun 2018, pelanggar terbesar terjadi pada pengendara yang berumur 16 tahun sampai dengan 21 tahun. Selain itu, terdata 504 pelajar yang melakukan pelanggaran, sedangkan untuk kalangan mahasiswa terdiri dari 106 orang.

Berdasarkan tingginya angka kecelakaan di Jalan Raya, dan banyak terjadi pada kelompok anak muda, Amin Utarso mengaharapkan agar mahasiswa juga bisa menjadi aktifitas lalu lintas.Selain itu, Amin menjelaskan bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian NTB dalam menumbuhkan etika berlalu lintas, yakni langkah preemtif yaitu upaya mencegah penyimpangan berlalu lintas dengan melalui himbauan atau pendekatan kepada masyarakat. Langkah Preventif yaitu mencegah supaya tidak terjadi apa-apa di jalan raya. Dalam hal ini perlunya ada kesadaran menjaga diri yang dimulai sejak kecil di lingkungan keluarga. Langkah selanjutnya adalah penindakan dan penertiban.

Lain halnya dengan Nyonya Risna Achmat Juri selaku Ketua Bayangkari NTB, “Dalam menumbuhkan etika berlalu lintas, perlunya sosialisasi berlalu lintas, ataupun dengan melalui suatu kegiatan sosial seperti “Gerakan Mewujudkan Millenail Cinta  Lalu Lintas,” “ ungkapnya di depan peserta yang dihadiri oleh kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Mataram, dan juga anggota bayangkari NTB, serta beberapa anggota organisasi wanita dan seaspirasi.

Berdasarkan angka pelanggaran yang banyak terjadi pada kalangan anak muda, sehingga dalam Tolk Show “Fiqih Jalan Raya” yang diselenggarakan oleh mitra Ibu Bayangkari NTB dengan UNU NTB lama menghadirkan TGH. Hazanain, LC (Pimpinan Pondok Pesantren Harmain Narmada Lombok Barat) dan Prof. Dr. Masnun, M.Ag selaku Ketua PWNU NTB/Wakil Rektor 1 UIN Mataram.

“Jalan Raya” dalam sudut pandang Islam, TGH. Hasanain menyampaikan “Janganlah kamu duduk di pinggir jalan atau di jalan. Berikanlah jalan itu kepada orang yang punya haq, “ ungkapnya sejurus menterjemahkan kalimat tersebut bahwa janganlah melakukan gangguan di jalan raya, sebab nanti akan terjadi kecelakaan berlalu lintas.Hal ini pula memberi arti bahwa menjadi seorang pengguna jalan raya, sebaiknya tidak melakukan gangguan atau pelanggaran.

 

Baca Juga :


TGH. Hasanain juga menyampaikan “Bahwa jika ada duri atau batu di jalan, hendaklah engkau menyingkirkannya. Barang siapa melihat duri atau gangguan di jalan wajib melenyapkannya. Ini adalah aturan dalam ajaran agama. Dalam arti bahwa segala hambatan atau hal-hal yang dapat menyebakan terjadinya suatu kecelakan, wajarlah engkau melenyapkan hambatan atau gangguan itu. Dalam hal ini pula terkait dengan tugas kepolisian yang harus bertanggung jawab terhadap ketertiban lalu lintas.Dan polisi haram memaafkan orang yang melanggar, karena hukum yang terkait dengan jalan raya adalah milik Allah,” ungkapnya yang sejurus disambut gemuruh tepuk tangan dari forum.

Selain itu, Prof. Masnun, M.Ag melihat bahwa fiqih sebagai hukum.Ketika seseorang mematuhi hukum yang berlaku di jalan raya berarti beribadah.Selain itu, tertib berlalu lintas adalah bagian dari iman. Olehnya, dari kecil seorang anak harus sedini mungkin dituntun agar memiliki dasar keimanan yang kuat, sehingga nantinya tidak gampang melakukan penyimpangan prilaku , termasuk melanggar aturan berlalu lintas.

Prof. Masnun lanjut bicara bahwa sebagai ummat Islam, seharusnya menghayati dan mengamalkan syari’at Islam dengan baik dan benar.Seharusnya seorang pengguna jalan raya taat dan tidak melanggar aturan berlalulintas di jalan raya.Hal ini terkait dengan dalil:

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An Nisa’ [4] : 59)

Dan uu lalulintas (uu nomor 22 tahun 2009) adalah aturan yang dibuat oleh ulil amri (dalam hal ini adalah pemerintah) untuk ditaati. Karena dalam uu tersebut mengandung kemaslahatan bagi semua pengguna jalan raya, agar tidak ada yang didzolimi, masing-masing mendapatkan kewajiban dan haknya.

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan