logoblog

Cari

Tutup Iklan

BPOM Mataram Gelar Koordinasi Lintas Sektor

BPOM Mataram Gelar Koordinasi Lintas Sektor

Maraknya obat dan makanan ilegal yang masih secara masif beredar terutama di wilayah Nusa Tenggara Barat serta masih disalah gunakan oleh

Hukum

Lulu walmarjan
Oleh Lulu walmarjan
27 Februari, 2018 14:02:17
Hukum
Komentar: 0
Dibaca: 4097 Kali

Maraknya obat dan makanan ilegal yang masih secara masif beredar terutama di wilayah Nusa Tenggara Barat serta masih disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu seperti PCC, Tramadol, Trihexy, Carnophen, Komix, dll, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Mataram (BPOM) mengelar pertemuan lintas sektor. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Santika Mataram, Selasa (27/02/18) itu memperbincangkan tentang penanganan serta pemberantasan peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat di NTB.

Kegiatan yang dibuka oleh Sekda Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD itu dihadiri oleh lintas sektor, seperti Korwas PPNS Polda NTB, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Mataram, Direktorat Intelkam Polda NTB, Dir Narkoba NTB, Satpol PP NTB, Dinas Kesehatan NTB, Kepolisian Resort Kabupaten/Kota se-NTB, Kejaksaan se- NTB, BNN NTB, dan PPNS BPOM Mataram. 

Dalam kesempatan tersebut, Rosyadi H. Sayuti mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang sangat positif, kenapa tidak? Karena kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa.
“Kegiatan yang sangat positif ini merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan generasi bangsa,” ungkapnya

Selain itu, Sekda Provinsi NTB juga berharap ada upaya hukum yang harus dilakukan serta mengadakan upaya preventif dan koordinasi dengan lembaga pendidikan dan pondok pesantren. Hal itu dilakukan agar anak-anak menjadi lebih sadar untuk tidak terjebak dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang. "Disisi lain, bagaimana agar mereka berhenti dan menyadari bahwa itu kesalahan yang harus dibayar sangat mahal, ini saya kira strategi yang kita kedepankan," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOM Mataram, Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt, MH menjelaskan betapa pentingnya kegiatan ini dilakukan guna saling koordinasi dan berkomitmen di setiap lintas sektor. 

"Tujuan dari pertemuan ini adalah memantapkan koordinasi dan komitmen lintas sektor, guna mengoptimalkan kegiatan pemberantasan penyalahgunaan obat terlarang di NTB,  sehingga generasi kita terselamatkan dari efek negatif penyalahgunaan obat tersebut," jelas  Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt, MH selaku Kepala BPOM Mataram dalam sambutannya. 

 

Baca Juga :


Masifnya penyalahgunaan obat terlarang ini, membuat Kepala BPOM Mataram terus melakukan koordinasi secara intens lintas sektor serta melakukan komunikasi layanan informasi dan eduaksi (KIE) serta peningdakan di lapangan. Hal ini sebagai upaya untuk meminimalisir peredaran dan penyalahgunaan obat terlarang (obat ilegal) di wilayah NTB. Hal tersebut juga selaras dengan gerakan nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Oktober 2017 lalu di Cibubur Jakarta. 

BPOM Mataram mencatat jumlah kasus penyalahgunaan dan peredaran obat terlarang (ilegal) yang terjadi pada periode tahun 2015- 2017, mencapai 33 kasus yang meliputi peredaran obat ilegal dan obat tradisional ilegal serta panganan, yang sudah masuk dalam tahap pro justitia (hukum pidana). Rancangan Undang Undang (RUU ) pengawasan obat dan makanan juga telah dibentuk atas inisiatif DPR RI mengingat banyaknya peredaran obat dan makanan ilegal, sehingga dapat menjadi acuan dalam melakukan penindakan di lapangan, terutama pelanggaran obat dan makanan secara komprehensif. 


(TIM MEDIA KOMINFOTIK NTB)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan