logoblog

Cari

Pembunuh Aparat Desa Wane Divonis 20 Tahun

Pembunuh Aparat Desa Wane Divonis 20 Tahun

KM Nggusuwaru – Zainul Arifin dan Rahmad Hidayat, terdakwa kasus pembunuhan Ahmad Manan, Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan dan Ekonomi Desa Wane,

Hukum

KM Nggusu Waru
Oleh KM Nggusu Waru
03 Juli, 2015 20:32:16
Hukum
Komentar: 0
Dibaca: 8286 Kali

KM Nggusuwaru – Zainul Arifin dan Rahmad Hidayat, terdakwa kasus pembunuhan Ahmad Manan, Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan dan Ekonomi Desa Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bima dalam sidang putusan, Rabu 2 Juli 2015. Putusan tersebut disambut sukacita oleh keluarga korban yang selalu mengikuti persidangan.

Dua terdakwa yang sekampung dengan korban itu, divonis tahun lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (PU) yang menuntut keduanya masing-masing 19 tahun dan 18 tahun penjara. “Sesuai fakta persidangan keduanya terbukti membunuh dan berbelit-belit memberikan keterangan hingga menghambat proses persidangan selama ini,” jelas Humas Pengadilan Negeri Bima, Dedy Harianto, SH, usai sidang.

Dikatakan, kedua terdakwa terbukti melakukan dakwaan primer Pasal 340 KAUHP Jo Pasal 55 tentang pembunuhan berencana. Menurut Dedi, yang memberatkan kedua terdakwa yakni perbuatan mereka mengakibatkan masyarakat tidak tenang, sehingga membuat kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban. “Melalui penasehat hukumnya, dua terdakwa menyatakan masih pikir-pikir terhadap putusan itu,” katanya.

Keluarga korban pembunuhan merasa puas dengan putusan majelis hakim. Vonis 20 Tahun penjara setimpal dengan perbuatan terdakwa. “Kami apresiasi putusan majelis hakim,” kata keluarga korban, Abdul Munir.

PH Terdakwa Kecewa

Penasehat Hukum terdakwa kasus pembunuhan Kaur Pembangunan dan Ekonomi Desa Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Chasman Ilmanegara, SH, menyayangkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bima yang menjatuhkan vonis 20 tahun penjara terhadap dua terdakwa. Dia menilai vonis tersebut kurang adil karena Majelis Hakim tidak mempertimbangkan keluarga terdakwa.

 

Baca Juga :


Menurut Chasman, dua terdakwa memiliki anak dan istri yang masih membutuhkan untuk dinafkahi. “Sebelum memutuskan, Majelis Hakim harusnya mempertimbangkan bahwa kedua terdakwa masih memiliki anak yang masih kecil dan membutuhkan nafkah dan kasih sayang seorang ayah,” jelasnya usai sidang di Pengadilan Negeri Bima, Kamis 2 Juli 2015.

Meski katanya, keterangan saksi yang meringankan keduanya dalam kasus itu telah diabaikan. Namun dengan mempertimbangkan kelangsungan hidup keluarga yang menjadi tanggungjawab kedua terdakwa selaku tulangpunggung, harus dijadikan dasar pertimbangan untuk meringankan hukuman . “Harapan ini sudah kami sampaikan pada saat sidang dengan agenda tuntutan, agar Majelis Hakim memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya,” ujarnya.

Karena Majelis Hakim sudah mengetuk palu, Chasman akan memikirkan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Mataram. “Sebelum hari ketujuh sejak putusan ini, kami akan nyatakan sikap untuk banding,” tandasnya.

Humas Pengadilan Negeri Bima, Dedy Harianto, SH, mengatakan putusan Majelis Hakim berdasarkan fakta sidang. Majelis Hakim katanya, dalam mengambil keputusan tidak bisa diintervensi. “Kalau keberatan dengan putusan Majelis Hakim, silahkan ajukan banding,” kata Dedy. (AL) -01



 
KM Nggusu Waru

KM Nggusu Waru

KM Nggusuwaru: Komunitas Kampung Media Kota Bima. Alamat: Jalan Poros, Kelurahan Tanjung - Kota Bima. Koordinator: Yudha Tudiansyah. email : yudhadiansyah@yahoo.com, Kontak Person: 082 339 810 123 - 081 735 7641

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan