logoblog

Cari

Kadistamben Bima Bantah Dugaan Korupsi PLTA

Kadistamben Bima Bantah Dugaan Korupsi PLTA

Ketua LSM Lembaga Investigasi dan Penyelidikan Kasus (LIDIK), Sirnawan, S.Sos melaporkan Kadis Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Kabupaten Bima, H. Haeruddin, ST.

Hukum

KM. Jompa Mbojo
Oleh KM. Jompa Mbojo
15 Mei, 2015 16:12:49
Hukum
Komentar: 0
Dibaca: 10009 Kali

Ketua LSM Lembaga Investigasi dan Penyelidikan Kasus (LIDIK), Sirnawan, S.Sos melaporkan Kadis Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Kabupaten Bima, H. Haeruddin, ST. MT, terkait dugaan korupsi pelaksanaan program Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Kawinda T0’I Kecamatan Tambora.  

Namun, H. Haeruddin membantah keras dugaan korupsi yang dialamatkan padanya itu. Ia menuding balik Sirnawan telah mengada-ada. “Tidak ada kegiatan PLTA, di Desa Kawinda. Itu artinya ketua LSM LIDIK itu melaporkan sesuatu yang tidak ada.” Pungkas H. Haeruddin, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/05)

Merski begitu, imbasnya, mantan Kabag AP ini 2 kali harus memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bima Kabupaten yang serius menindaklanjuti laporan dugaan tersebut. Pada panggilan pertama, kata dia, dirinya tidak memberikan keterangan apapun. Karena sekali lagi, menurutnya kegiatan yang dilaporkan itu tidak ada. Lain halnya dengan panggilan kedua, ia telah memberikan keterangan, karena panggilan kedua berbeda obyek penyidikannya dari yang pertama. Tapi, guna kepentingan penyidikan, dirinya diminta menyerahkan dokumen berkaitan dengan kegiatan yang dilaporkan untuk diperiksa lebih lanjut.

H. Haerudin, yang juga merupakan salah seorang saksi kunci “Kasus Fiberglass” ini memaparkan, proyek PLTA yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2013 senilai 3,275.098.000 milyar itu memang telah dibiarkan pihaknya. Karena jika dilanjutkan akan memakan anggaran yang besar. Guna penyelesaian proyek itu sendiri telah melalui proses pelelangan umum di ULP dan sudah selesai.

 “Kegiatannya bukan rehab tapi penguatan kapasitas dan jaringan. Jadi dana sebesar itu belum cukup. Harus ada anggaran baru untuk penyelesaiannya.” Imbuhnya.

 

Baca Juga :


Adapun proses pelaksanaan proyek itu dibayar uang muka berupa pembayaran fisik 60 porsen dilakukan oleh Plt Kadistamben yang lalu. Saat itu H. Haerudin masih di Kehutanan Kabupaten Bima. Dirinya baru dilantik tanggal 2 januari 2014.

Lanjutnya menyatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh PT Marga Ritama itu mulai dikerjakan 10 Oktober 2013 dan harusnya selesai Januari 2014. Tapi belum terselesaikan karena faktor alam.

“Terkait sisanya 40 porsen fisik kegiatan itu terselesaikan tapi saya tidak membayarnya karena kualitasnya. Dari tidak terpenuhinya pekerjaan sesuai dengan tanggal kontraknya, mereka didenda senilai 125 juta dan mereka sudah membayarnya melalui Kas Negara sambil menunjukan bukti/kwitansi pengembalian oleh PT Pelaksana.” Papar H. Haerudin panjang lebar. (Ok) -01



 
KM. Jompa Mbojo

KM. Jompa Mbojo

Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk di Kabupaten Bima. Meraih Penghargaan untuk Kategori “The Best Promotor”, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012). Follow kami di twitter > @Jompa_Mbojo

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan