logoblog

Cari

Kadis Sosial Kab Bima Ingatkan Bahaya Penipuan

Kadis Sosial Kab Bima Ingatkan Bahaya Penipuan

KM RUNGGU,- Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, melalui Sekretaris DinSos, Drs Muhammad membantah adanya isyu bahwa Dinas Sosial Kabupaten Bima memberikan

Hukum

KM Monggo Runggu
Oleh KM Monggo Runggu
15 September, 2014 12:30:30
Hukum
Komentar: 0
Dibaca: 10610 Kali

KM RUNGGU,- Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, melalui Sekretaris DinSos, Drs Muhammad membantah adanya isyu bahwa Dinas Sosial Kabupaten Bima memberikan bantuan kepada masjid. Isyunya,  dana bantuan itu sekitar Rp 125 Juta permesjid.

Drs Muhammad yang di temui diruang kerjanya   mengatakan bahwa saat sekarang sedang berkembang isyu ataupun telepon gelap di tengah masyarakat Kabupaten Bima. Isyunya, Dinas Sosial melalui dana APBN mendapatkan kucuran anggaran untuk pembangunan masjid. “Isyu  itu tak benar adanya, Dinas selama ini tak pernah memberikan bantuan kepada panitia masjid, karena memang bukan leding sektornya,” papar Muhammad.

Akibat berkembangnya isyu itu, dinas   sudah didatangi oleh puluhan  kepala desa.  Kades yang datang itu dari Kecamatan Lambitu, Wera, Wawo dan Sape serta Lambu. “Kami sangat kaget, mendengar permintaan kades maupun panitia masjid,” ujarnya.

Lanjut dia, yang mengherankan dinas, bahwa ada oknum dinas bernama Suherman yang menelepon Kades dan panitia Pembangunan masjid. Dalam teleponnya, Herman mengaku bahwa dirinya staf  Dinas Sosial, atas nama Kadis meminta kades dan Ketua Panitia Pembangunan masjid untuk datang ambil uang sebesar Rp 125 Juta.  “Suherman atas nama kadis menelepon beberapa kades dan panitia untuk datang ke kantor social guna mengambil uang pembangunan masjid,” urai Muhammad.

Lanjut Muhammad, sebelum uang Rp 125 Juta itu di terima oleh panitia dan kades dari kadis, pantia harus menyetor dulu ke sebuah rekening yang nilai uangnya mencapai Rp 8 Juta. Dengan bukti setoran itulah, Kadis akan menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp 125 Juta. akibat isyu penelepon gelap itu, sudah ada Kades  yang kena korban. Seperti salah satu kades di Kecamatan Lambu dan Wera. 

“Guna menghindari jatuh korban lebih banyak lagi, kami sudah keluarkan surat ke camat se Kabupaten Bima agar mengingatkan kades dan panitia untuk tidak percaya. Isyu itu adalah penipuan,” ingat Muhammad.

 

Baca Juga :


Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Mesjid Al Hidayah Desa Kuta Kecamatan Lambitu, Supahat mengakui akan adanya oknum yang mengatasnamakan Kadis Sosial. Dirinya, Jum’at (12/9) di telepon oleh oknum yang mengaku sebagai staf Dinas Sosial. “Jum’at pagi saya ditelepon oleh orang yang mengaku sebagai staf Dinas Sosial Kabupaten Bima, untuk mengambil uang bantuan masjid sebesar seratus juta di kantor dinas,” ungkap Supahat via HPnya.

Lanjut Supahat, karena Jum’at, dirinya meminta untuk datang ke Kantor Sosial usai sholat Jum’at. Namun ditolaknya, harus datang pagi sebelum sholat jum’at  kalau tidak maka uangnya akan dikembalikan ke Pusat.

“Sebelum berangkat saya tanyakan apa saja bahan yang harus dibawa, dia jawab, cukup materai enam ribu tiga lembar, Foto Kopi KTP juga Tiga lembar dan stempel panitia,” cerita Supahat.

Sesampai di kantor Dinas, saya kaget mendengar jawaban staf. “Untung saya tak setor dulu uang delapan juta, selain persyaratan di atas, saya juga disuruh bawa uang tunai sebesar Delapan Juta. Syukur saya tidak jadi korban,” Pungkas Supahat. (Ris)   - 02



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan