logoblog

Cari

Penyidik Akan Periksa Direktorat Kemendikbud Bima

Penyidik Akan Periksa Direktorat Kemendikbud Bima

KM Jompa Mbojo,- Penyidik Polres Bima Kota telah layangkan surat ke Direktorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Untuk mendapatkan penjelasan

Hukum

Alva Genoveva
Oleh Alva Genoveva
19 Maret, 2014 16:24:54
Hukum
Komentar: 0
Dibaca: 5571 Kali

KM Jompa Mbojo,- Penyidik Polres Bima Kota telah layangkan surat ke Direktorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Untuk mendapatkan penjelasan terkait APBN 2012, yang diperuntukan untuk bantuan pembangunan ruang kelas di Kabupaten Bima.

Kasat Reskrim Bima Kota, Iptu Didik Harianto SH mengatakan, surat tersebut dilayankan Selasa (18/3) lalu. Dan rencana pemeriksaan dilakukan pada Sabtu (22/3) nanti. “Rencananya ada tiga orang yang akan kita panggil dari pihak Direktorat Kemendikbud,” jelasnya.

Pihak yang diperiksa adalah Direktorat bagian pembinaan Sekolah Dasar (SD). Karena kasus dugaan bantuan APBD 2012 yang diperuntukan untuk bantuan pembangunan ruang kelas di SD se Kabupaten Bima.

Untuk sementara waktu, pihaknya belum menerima balasan terhadap surat tersebut. Apakah akan diperiksa di Polres Bima Kota atau didatangi penyidik. “Kita masih menunggu konfirmasi balasan,” tutur pria ramah ini.

Lanjut dia, jika pemeriksaan mengharuskan dilakukan di Kemendikbud, maka akan diupayakan. “Kita lihat saja seperti apa balasannya nanti,” tandasnya.

Selain pihak Direktorat Kemendikbud, dalam waktu dekat penyidik juga akan memanggil pejabat Dinas Pekerjaan Umum  (PU) Kabupaten Bima. “Termasuk juga panitia rehap di internal masing-masing sekolah juga kami panggil,” tuturnya.

 

Baca Juga :


Disisi lain, penyidik Polres Bima Kota juga masih menunggu hasil audit BPKP terkait indikasi kerugian negara. Namun dia yakin, hasil audit BPKP akan terbit dalam waktu dekat. Karena sebelumnya, tim dari BPKP telah turun untuk meninjau fisik bangunan yang bersumber dari APBN 2012 tersebut.

Kasus ini diproses hukum, karena diduga dana bantuan untuk pembangunan ruang kelas ini disalahgunakan pihak sekolah. Akibatnya, empat kepala sekolah di wilayah Kecamatan Langgudu sudah mengantongi status tersangka.

Diperkirakan, dalam waktu dekat beberapa pihak juga akan segera mengantongi status yang sama. [Alv] - (01)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan